Kinerja Keuangan Tahun 2024
Kinerja keuangan rumah sakit diukur dengan menganalisis laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas) menggunakan berbagai rasio seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio struktur modal. Selain itu, indikator operasional seperti BOR (Bed Occupancy Ratio), ALOS (Average Length of Stay), dan TOI (Turn Over Interval) juga digunakan untuk menilai kesehatan keuangan secara keseluruhan dan efisiensi operasional.
1. Rasio keuangan
- Mengukur kemampuan rumah sakit membayar utang jangka pendek. Contohnya adalah Current Ratio.
- Mengukur kemampuan rumah sakit mengelola asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Contohnya adalah Inventory Turnover Ratio.
- Mengukur kemampuan rumah sakit menghasilkan keuntungan. Contohnya adalah Return on Investment (ROI) dan Profit Margin.
- Mengukur bagaimana aset rumah sakit dibiayai, biasanya diukur menggunakan Equity Financing Ratio.
2. Indikator operasional
- BOR (Bed Occupancy Ratio): Persentase penggunaan tempat tidur.
- ALOS (Average Length of Stay): Rata-rata lama pasien dirawat.
- TOI (Turn Over Interval): Tenggang waktu antara satu pasien keluar dan masuknya pasien berikutnya.
- NDR (Net Death Rate): dan GDR (Gross Death Rate): Tingkat kematian pasien.
3. Pendekatan lain
- Metode yang menilai kinerja keuangan berdasarkan tiga aspek: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.
- Mengukur surplus atau defisit dari kegiatan operasional sebelum dikurangi bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi.
4. Laporan keuangan yang digunakan
- Neraca: Menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas pada satu titik waktu tertentu.
- Laporan Laba Rugi: Menunjukkan pendapatan, beban, dan laba/rugi selama periode waktu tertentu.
- Laporan Arus Kas: Menunjukkan pergerakan kas masuk dan keluar
Pejabat
Bagian Keuangan
Penanggung Jawab
Direktur
Tempat Pembuatan
Purworejo, 2025
Bentuk Informasi
Soft File
Tahun Pembuatan Informasi
2024
Jangka Waktu Penyimpanan
5 Tahun
